Halaman 1 | 2

Seorang teman suatu hari curhat, "Saya trauma pada pantai karena pernah hampir tenggelam saat kecil," kata Lavirna, 24 tahun. Sementara teman lain, Cila 29 tahun bercerita kalau ia tidak berani naik taksi karena pernah menjadi korban perampokan oleh supir taksi.

 

Trauma Tidak Bisa Ditolak
Anda pasti tahu bahwa benang merah kedua cerita itu adalah: trauma. Tidak ada seorang pun yang mau mengalami trauma, tetapi nasib orang siapa tahu? Satu-satunya cara adalah Anda harus mempersiapkan diri untuk bisa mengatasi trauma yang sewaktu-waktu datang. Trauma sebenarnya adalah kejadian yang menimpa seseorang dan mengguncang secara psikologis. Biasanya peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba, dasyat dan mengguncang jiwa.

Akibatnya sang korban mengalami ketakutan yang intens dan merasa sangat tidak berdaya. Misalnya saja menjadi korban perampokan taksi dimana korban selain dirampok harta bendanya, jiwanya juga terancam.

Ada juga istilah trauma sekunder yang lebih mudah dilupakan. Trauma ini muncul saat Anda melihat orang lain mengalami kejadian yang sangat buruk.

  • Logika dan Hati
    Trauma bukanlah suatu hal yang mudah untuk dihindari namun Anda bisa mengambil langkah untuk meminimalisasi trauma. Gunakanlah logika Anda dalam menjalani rutinitas. Misalnya hati-hati memilih taksi, menyelidikan latar belakang pria yang sedang mendekati Anda atau hindari memakai perhiasan berlebihan bila Anda harus naik kendaraan umum.

 

Dengarkan juga hati nurani Anda saat mengambil suatu langkah. Lebih peka terhadap sesuatu adalah keistimewaan seorang perempuan. Jadi mulai sekarang biasakan untuk memperhatikan apa suara hati Anda.
 

Menjadi pendengar »

Halaman 1 | 2

 
 
Artikel Terkait :
 

Copyright © 2006 conectique.com, Inc. All Rights Reserved