Halaman 1 | 2

 

Di suatu siang Aldi menangis kencang di depan toko mainan minta dibelikan mobil-mobilab. Wilda kesal melihat kelakukan putra bungsunya itu. Ia tak ingin menuruti, tapi tangisan Aldi makin kencang, mengundang perhatian orang-orang.

 

Merengek dan menjerit kencang, bahkan mencubit dan menendangi ibu adalah wujud temper tantrum atau merajuk pada anak. Tingkah ini digolongkan sebagai tindakan agresi.

Saat melakukan tingkah ini, anak bertujuan untuk menguasai situasi demi mengatasi rintangan atau halangan. Inilah yang dialami Wilda dengan Aldi, ia tantrum di keramaian dan mempertaruhkan kredibilitas Wilda sebagai orang tua. Perilaku agresi ini cenderung ditunjukkan anak setelah berusia 3 tahun.

Apa penyebab anak merajuk?
Ada dua macam sebab yang mendasari tingkah laku agresif pada anak. Yang pertama, untuk menyerang atau melawan orang lain. Biasanya ini ditandai dengan kemarahan atau keinginan untuk menyakiti orang lain. Sementara alasan kedua adalah untuk mempertahankan diri terhadap serangan dari luar.

Serangan dari luar ini tidak harus selalu berupa serangan dari orang lain, seperti teman bermain yang mencoba memukul. Serangan dari luar juga dapat berupa rintangan yang dihadapi saat bermain, seperti kegagalannya menyusun puzzle. Saat menghadapi situasi seperti inilah, anak biasanya berteriak-teriak sebagai pernyataan marah terhadap kegagalan yang dihadapi.

 

 

Sikapi secara tepat »

Halaman 1 | 2

 
 

Copyright © 2006 conectique.com, Inc. All Rights Reserved