Nyeri sendi merupakan gangguan pada lutut setelah berjalan kaki. Nyeri tersebut bersumber dari persendian. Setiap orang bisa terkena penyakit ini, hanya saja risiko yang dihadapi oleh perempuan cukup besar, terlebih saat memasuki masa menopause.

Nyeri sendi sesungguhnya terjadi karena pengumpulan cytokine, salah satu zat antibakteri, yang berlebihan pada sendi. Produksi cytokine yang melebihi normal ini, dipicu oleh kerusakan jaringan ikat pada sendi.

 

Gejala:

Rasa kaku dan ngilu pada sendi, terutama saat bangun tidur atau saat berolahraga.

 

 

Solusi:

  • Pada perempuan yang memasuki masa perimenopause atau telah mengalami menopause, nyeri sendi dapat diatasi dengan Terapi Sulih Hormon, yaitu penambahan hormon estrogen, progresterone atau kombinasi kedua hormon tersebut
  • Salah satu metode HRT yang cukup nyaman dan parktis untuk menangani gangguan sendi adalah SERM (Selective Estrogen Receptor Modulator), yaitu berupa penambahan estrogen dengan cara menempelkannya pada anggota tubuh dimana nantinya hormon estrogen akan langsung terserap oleh tulang.
  • Pada persendian juga terdapat Hyaluronic acid dan Chondroitin sulfate, yaitu cairan glukosa yang berfungsi sebagai ‘pelumas’. Seiring bertambahnya usia, ‘pelumas’ pada lutut juga berkurang sehingga tulang saling bergesekan dan terasa ngilu. Umumnya penambahan pelumas dengan cara penyuntikan bisa mengatasi masalah ini.

 
 

Copyright © 2006 conectique.com, Inc. All Rights Reserved