Boleh Cemburu, Asal...
 

 

Anda dibakar cemburu saat kekasih Anda dicium pipinya oleh mantan pacar saat bertemu di mal atau ketika dia memanggil orang lain dengan sebutan mesra saat mengirimkan email?

Dalam situasi tertentu, merasa cemburu merupakan hal yang wajar dalam hubungan cinta. Namun, apakah semua kecemburuan Anda masih berada dalam batas-batas normal? Dalam batas normal, kecemburuan akan menambah keintiman dan kemesraan dengan pasangan Anda. Namun jika terlalu berlebihan, kecemburuan justru akan menghancurkan hubungan percintaan Anda.

Dari mana datangnya cemburu?

Kecemburuan merupakan reaksi yang sangat kompleks. Namun ada dua hal yang paling dominan menciptakan kecemburuan: rasa takut dan ketidakpercayaan. Saat menjalin hubungan, rasa takut – baik yang terjadi karena ancaman nyata maupun hanya karena khayalan semata – seringkali datang. Saat hubungan berjalan dengan baik, Anda bisa saja takut pasangan tiba-tiba berhenti menyayangi, takut pasangan jatuh cinta pada orang lain, takut ditinggalkan, takut pasangan tak lagi menghormati Anda atau ketakutan-ketakutan lainnya.

Jika memiliki rasa percaya diri yang kuat, seseorang akan semakin mudah mengendalikan rasa takut semacam ini. Karena itu, semakin tidak percaya diri, seseorang akan semakin mudah cemburu pada pasangannya.

Kepercayaan merupakan hal yang mutlak harus ada dalam hubungan yang sehat. Anda bisa saja memiliki semua kecocokan dengan pasangan Anda: pekerjaan yang sama, cita-cita hidup yang sama, mimpi-mimpi yang sama, latar belakang keluarga yang sangat mirip atau gairah seks yang seimbang. Namun tanpa adanya kepercayaan terhadap pasangan, Anda akan terus-menerus dihantui oleh rasa cemburu yang berlebihan.

Ketidakpercayaan akan membuat Anda menerapkan “asas praduga bersalah” pada pasangan. Jadi, pasangan Anda akan selalu salah di mata Anda, kecuali jika dia bisa membuktikan dirinya tidak bersalah. Kepercayaan yang sehat pada pasangan adalah yang menggunakan “asas praduga tidak bersalah”. Pasangan Anda tidak bersalah apapun di mata Anda, kecuali jika terbukti sebaliknya. Kepercayaan juga tidak berarti tutup mata dan tutup telinga, kan?

Cemburu Itu Perlu

Seseorang sesekali akan merasa cemburu. Jika Anda merasa ada pihak ketiga yang menggoda pasangan yang sangat Anda cintai dan potensial merebutnya dari sisi Anda, wajar saja untuk merasa cemburu. Namun kadang cemburu datang dengan tidak tepat atau Anda mencemburui orang yang tidak perlu dicemburui, sehingga membuat pasangan Anda merasa tidak nyaman.

 
Rasa cemburu yang tepat justru akan membuat Anda semakin dekat dan mesra dengan pasangan. Dalam situasi lain, cemburu bisa jadi peringatan untuk Anda. Tidak jarang rasa cemburu yang Anda rasakan memang beralasan dan pasangan Anda memang sedang jatuh cinta pada orang lain. Hei, hubungan dan pasangan yang baik tidak bisa didapatkan setiap saat, kan? Jika pasangan Anda memang layak, perjuangkanlah sepenuh hati Anda. Namun ingat, kecemburuan berlebihan justru akan membuatnya lari tunggang-langgang.

Jangan Posesif

Anda tahu bedanya cemburu yang normal dengan yang tidak normal? Orang-orang posesif yang memiliki rasa cemburu berlebihan selalu dihantui pikirannya sendiri bahwa pasangannya akan berselingkuh. Anda bisa saja memacari atau menikahi seorang lelaki yang dikenal sangat alim. Namun jika posesif dan cemburu berlebihan, Anda akan berpikir kalau pasangan Anda itu akan bercinta dengan seseorang yang ditemuinya sepulang dari pengajian.

Orang yang posesif dan pencemburu selalu melihat dengan kacamata berlensa bias. Seluruh dunia selalu dilihat sebagai ancaman pada hubungan cintanya. Orang semacam ini perlu memperbaiki rasa percaya diri dan penghargaan bagi dirinya sendiri. Jika Anda memiliki rasa percaya diri yang kuat, Anda akan berpikir pasangan Anda tidak perlu orang lain, selama dia memiliki Anda.

Pasangan Anda berselingkuh dan mau meninggalkan Anda? Hei, pasangan Anda yang rugi, bukan Anda!

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 

Copyright © 2008 conectique.com, Inc. All Rights Reserved
Klik disini!! untuk bergabung di Newsletter kami
Kirimkan komentar Anda tentang Conectique ke feedback@conectique.com