|
|
|
| |
Halaman 1 | 2
|
Pemeriksaan USG. Amankah Bagi Janin? | |
|
Kontroversi tentang pemeriksaan ultrasonografi atau USG pada ibu hamil masih berlanjut. Ada pendapat yang menghubungkan kekerapan USG dengan gangguan perkembangan janin dalam kandungan. Itu sebabnya, hingga kini banyak ibu-ibu hamil yang hanya bersedia satu atau dua kali saja menjalani pemeriksaan USG.
Sebenarnya apa sih kegunaan pemeriksaan USG? Amankah? Kapan sebaiknya melakukan pemeriksaan USG saat hamil? |
| USG atau ultrasonografi adalah |
|

|
Sebuah scanner khusus yang diletakkan di kulit untuk mengetahui kondisi kesehatan, usia, berat dan ukuran janin dalam kandungan. Alat ini digunakan dalam dunia kedokteran kandungan dunia pertama kali pada 1961. Dan baru digunakan oleh kedokteran kandungan Indonesia sekitar tahun 80-an. Setelah itu, seriring perkembangan dan kemajuan teknologi, USG berkembang. Semula dikenal USG 2 dimensi, kini ada USG 3 dan 4 Dimensi. | |
Apakah fungsinya?
Secara prinsip, ketiga USG ini memiliki fungsi yang sama, yaitu;
- Memastikan kehamilan.
- Mengetahui usia kehamilan.
- Memantau pertumbuhan/perkembangan/kelainan janin dalam kandungan. Misalnya, hidrosefalus, anesefali, sumbing, kelainan jantung, kelainan kromoson (sindroma down), gangguan detak jantung, dll.
- Mendeteksi masalah selama hamil, seperti: plasenta previa.
- Memastikan jumlah janin. Fetus tunggal atau fetus ganda (kembar).
- Mengukur jumlah cairan ketuban.
- Untuk melihat jenis kelamin janin.
| |
|
| |
Halaman 1 | 2 |
|
|
|
|
| |
| |
|
|
| |
|
|
|
|
|