Waspadai Perdarahan di Tiap Trimester
 

Perdarahan pada kehamilan adalah keadaan yang tidak normal dan  harus diwaspadai. Biasanya perdarahan ini terjadi pada awal masa kehamilan (trisemester pertama), tengah semester (trisemester kedua) atau bahkan pada masa kehamilan tua (trisemester ketiga).

Penyebabnya bisa bermacam-macam, dan selalu berbeda pada setiap kasus.  Jadi, ibu hamil yang mengalami perdarahan harus segera diperiksa untuk mengetahui penyebabnya sehingga bisa dilakukan tindakan medis untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Biasanya pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kandungan disertai engajuan beberapa pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan terjadinya perdarahan. Bila dirasa perlu, maka akan dilakukan pemeriksaan penunjang seperti ultrasonographi (USG) dan pemeriksaan laboratorium.

Perdarahan pada trisemester pertama;
Biasanya perdarahan yang terjadi pada usia kandungan ini disebabkan oleh:

1. Keguguran (Abortus)
Perdarahan dari rahim pada tahap awal, dan embrio masih utuh dalam rahim. Pada tahap ini umumnya hanya terjadi sedikit perdarahan atau agak banyak namun tidak disertai mules. Untuk memastikan apakah janin masih dapat berkembang atau tidak maka harus dilakukan pemeriksaan USG berulang kali.

2. Kehamilan yang tidak berkembang (Blighted ovum)
Kondisi yang terjadi adalah di dalam rahim hanya terdapat kantong kehamilan tanpa adanya embrio. Kasus blighted ovum harus diselesaikan dengan tindakan kuret

3. Hamil anggur (Mola hidatidosa)
Kondisi kehamilan yang tidak normal karena pada perkembangan bagian janin atau plasenta berubah sifat menjadi tumor. Ibu hamil yang mengalami kondisi ini, harus segera dikuret

4. Kehamilan di luar kandungan
Kehamilan atau hasil konsepsi berkembang di luar rongga rahim, misalnya terjadi di saluran telur (tuba), ovarium atau rongga perut. hal ini menimbulkan perdarahan dalam perut dan dapat menimbulkan syok.

Perdarahan pada trisemester kedua;

1. Plasenta previa
Terjadi karena plasenta berada di bawah menutupi jalan lahir, sehingga bila terjadi kontraksi akan menimbulkan perdarahan. Peluang kehamilan berlanjut sampai usia kehamilan cukup bulan masih terbuka. Tetapi bila perdarahan banyak sekali, terpaksa harus dilakukan operasi caesar dengan konsekuensi bayi lahir prematur.

2. Penyakit atau kelainan mulut rahim
Misalnya pada polip serviks, atau mungkin menderita kanker serviks, sekalipun kehamilan tidak bermasalah.

Perdarahan trisemester ketiga;

1. Plasenta previa
Perdarahan yang terjadi akibat posisi plasenta rendah. Jika ibu sanggup bertahan, maka kondisi ini akan berlanjut hingga saatnya ibu melahirkan.

2. Solusi plasenta
Kondisi plasenta yang terlepas sebelum bayi lahir, penyebabnya terutama bila pasien menderita hipertensi, preeklamsia, kekurangan asam folat atau terjadi trauma (benturan). Bila kasus perdarahan solusi plasenta bayi masih hidup, harus segera dilakukan operasi caesar. Tapi bila janin meninggal akan dicoba persalinan normal dengan pengawasan medis yang ketat

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 

Copyright © 2012 conectique.com, Inc. All Rights Reserved
Klik disini!! untuk bergabung di Newsletter kami
Kirimkan komentar Anda tentang Conectique ke feedback@conectique.com