Halaman 1 | 2

Ketika Si Kecil Menjadi Korban Bullying
 

Bullying atau tindakan mengintimidasi merupakan masalah besar yang harus ditanggapi serius. Beberapa kasus yang terjadi menunjukkan bagaimana bullying telah meluas dikalangan anak-anak. Tindakan bullying kini tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah. Lapangan dan taman bermain, serta lingkungan sosial lainnya juga memberikan kesempatan luas bagi para pengganggu untuk melakukan aksinya. Bahkan mereka mulai beralih ke dunia cyber dengan menggunakan media Internet atau telepon seluler untuk melakukan intimidasi pada korbannya.

 

Tentu saja dampak dari bullying  tidak hanya mempengaruhi kehidupan pengganggu sendiri tetapi juga kehidupan orang lain, terutama teman yang menjadi korbannya. Mereka akan selalu dihantui rasa takut, merasa tidak aman, kehilangan kepercayaan diri, merasa tidak memiliki teman dan cenderung menyalahkan diri sendiri atas tindakan bullying yang diterimanya. Hingga pada akhirnya mereka mulai merasa tidak berdaya - seolah-olah tidak ada yang melindungi mereka - dan tidak tahu ke mana harus berpaling.

Bila kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin korban bullying akan melakukan pemberontakan yang fatal. Menurut seorang pakar bullying, Hilda Quiroz yang juga seorang mantan guru yang kini bekerja untuk National School Safety Center, ketika korban bullying menjadi marah, mereka akan mengarahkan kemarahan tersebut ke dalam dua bentuk, yaitu yang mengarah pada diri sendiri atau kepada orang lain. Jika mengarah pada dirinya, maka tanpa ragu mereka akan berusaha melukai dirinya sendiri dan yang terparah adalah melakukan tindakan bunuh diri. Sementara kasus penembakan di sekolah, yang mungkin pernah Anda dengar beritanya, adalah salah satu contoh kemarahan korban bullying yang diarahkan kepada orang lain.

Sangat menyeramkan bukan? Sebagai orangtua Anda tentu tidak ingin hal ini terjadi. Simak ulasan berikut untuk mengetahui bagaimana cara menghindari anak Anda dari tindakan bullying.

MENGAPA ANAK-ANAK MELAKUKAN BULLYING?

Ada banyak alasan mengapa anak-anak melakukan intimidasi terhadap teman-temannya, diantaranya karena mereka merasa iri hati, rendah diri, kehidupan di rumah yang tidak stabil, atau karena mengalami gangguan kesehatan mental.

Faktor lain yang bisa menjadi penyebabnya adalah karena mereka beranggapan bahwa dengan melakukan tindakan ini maka mereka bisa mudah diterima di lingkungan sosial yang lebih populer atau sebagai cara untuk melindungi diri sehingga mereka tidak menjadi korban bully.

 

Halaman 1 | 2

 
 
 
 
 
 
 
 
 

Copyright © 2008 conectique.com, Inc. All Rights Reserved
Klik disini!! untuk bergabung di Newsletter kami
Kirimkan komentar Anda tentang Conectique ke feedback@conectique.com