Halaman 1 | 2

Mengenali Kandungan Dalam Susu Formula Anak
 

Meski tampak sepele, memilih susu formula untuk anak cukup membingungkan. Selain banyak macamnya, kita kadang dihadapkan oleh berbagai informasi tentang mengenai kandungan gizi di dalamnya.  

Agar tak bingung, penjelasan di bawah ini bisa membantu Anda membuat pilihan yang bijak bagi pertumbuhan buah hati.

Pilih sesuai usia

Susu formula dibagi dalam 2 golongan usia, yaitu susu formula awal biasanya diberikan untuk bayi usia 0-6 bulan, yang tidak dapat disusui oleh ibu. Sedangkan susu formula lanjutan untuk bayi berusia 6-12 bulan. Mengapa dibedakan? Penyebabnya adalah karena kandungan gizi jenis susu formula tersebut disesuaikan dengan kemampuan pencernaan, juga kebutuhan nutrisi pertumbuhan anak .

Susu formula dengan kandungan ekstra. Haruskah?

Pernah dengar istilah Omega-3 DHA atau AA/ARA dan lainnya? Sebenarnya, semua kandungan gizi itu sudah ada di dalam ASI. Namun tidak semua ibu dapat mencukupi kebutuhan pertumbuhan anaknya dengan ASI. Agar kebutuhan nutrisi anak terpenuhi, para produsen susu formula kemudian membuat produk yang komposisinya mendekati ASI, dan menambahkan elemen nutrisi penting tersebut. Hingga saat ini, komposisi zat 'buatan' tersebut terbukti memberikan manfaat plus bagi kesehatan bayi dan anak.

Namun yang perlu dipahami adalah, bahwa kandungan tambahan ini hanya akan efektif berfungsi di dalam tubuh si kecil apabila bersinergi dengan zat gizi lain. Misalnya kandungan AA-DHA akan berfungsi baik bila bersinergi dengan zat besi dalam pembentukan otak. Jadi yang terpenting dari susu tetaplah zat gizi utamanya, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Jika kebutuhan dasar gizi sudah tercukupi, maka zat ekstra ini baru akan terasa manfaatnya.
 

Agar tak terkecoh dengan 'janji' produsen susu formula. Alangkah baiknya jika kita mengetahui apa saja kandungan tambahan pada susu formula :

AA (Asam Arakidonat) - DHA (Dokosaheksaenoat)
Fungsinya adalah untuk tumbuh kembang dan perkembangan saraf di otak. Zat gizi ini juga membantu pembentukan jaringan lemak otak (mylenisasi) dan menjaga interkoneksi sel-sel syaraf otak. Kekurangan kedua zat ini akan menyebabkan perkembangan fungsi mental dan intelektual anak terhambat.

Karoten
Berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh, memelihara sel-sel sehat dan melindungi si kecil dari bahaya  radikal bebas.

Selenium
Jenis mineral ini dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sekaligus berfungsi sebagai antioksidan

Sphingomyelin
Merupakan komponen utama dalam proses pembentukan selubung myelin otak. Selubung myelin  berperan penting untuk mempercepat rangsangan antara sel syaraf.

 

Halaman 1 | 2

 
 
 
 
 
 
 
 
 

Copyright © 2008 conectique.com, Inc. All Rights Reserved
Klik disini!! untuk bergabung di Newsletter kami
Kirimkan komentar Anda tentang Conectique ke feedback@conectique.com