|
Menahan Diri Dari Gosip
|
|
Siapa yang bisa menahan diri untuk tidak bergosip apalagi membicarakan atasan Anda yang galaknya minta ampun atau rekan kerja yang suka cari muka pada atasan. Memang, gosip sangat menggoda untuk dilewatkan begitu saja. Meskipun Anda hanya sebagai salah satu pendengar setia rekan Anda si 'wartawan' itu, bisa jadi suatu saat Andalah yang menjadi obyek penderita dari bahan gosipnya. |
| |
|

|
Jika kebetulan, dia rekan kerja terdekat Anda, Rachel Weingarten, pengarang Career and Corporate Cool: How to Look, Dress and Act the Part at Every Stage of Your Career memberikan kiatnya agar ia tidak bergosip (setidaknya tidak dengan Anda): | | |
|
 | |
 |
Ganti topik pembicaraan. Kadang memang gosip adalah bahan yang mempererat hubungan Anda dengan rekan kerja. Namun jangan hanya gosip tentang orang kantor saja. Perluas bahan pembicaraan Anda seperti: membicarakan tren fashion terbaru, atau gosip seputar artis asalkan jangan tentang orang-orang di kantor. |
 |
Kasih tenggat waktu. Jika rekan kerja Anda sangat ingin sekali bergosip dengan Anda, kasih dia batas waktu. Misalnya: 5 menit dan biarkan ia bergosip sesukanya. Saat lima menit berlalu, gosip juga harus berlalu. Anda tidak perlu merespon apapun. Cukup dengarkan saja. |
 |
Menulis gosip. Satu cara lain yang bisa Anda gunakan untuk menghindari gosip adalah ketika rekan kerja Anda menceritakan gosip terbaru tentang orang-orang di kantor, keluarkan kertas dan menuliskan sesuai apa yang ia utarakan. Tujuannya ada dua: pertama, membuat teman Anda tahu bahwa semua yang ia ucapkan didokumentasikan oleh Anda. Kedua, catatan itu membantu Anda fokus pada fakta-fakta dan bukan emosi. | | |
| |
|
Namun satu cara yang paling manjur agar tidak ada gosip beredar adalah simpan informasi berharga Anda untuk diri Anda sendiri. | | | | | | |
|
|
|