hot mediaheadlines

Jakarta Update
Seks & Kesehatan
Artis & Hiburan
Human Interest
Wisata
Keuangan
Teknologi
Ekonomi
Politik
Kriminal
Lainnya
 

299 stories,27 comments

Kapolri Membantah Kesalahan Prosedur Eksekusi Tibo CS
Kompas

.

Kepala Kepolisian Negara RI, Jenderal (Pol) Sutanto membantah adanya kesalahan prosedur dalam eksekusi Tibo dkk di Poso, Sulawesi Tengah, yang telah berlangsung Jumat, 22 September 2006. "Tidak benar. Yang benar adalah sesuai dengan ketentuan hukum. Yang bersangkutan ditembak sampai meninggal," ujar Sutanto menjawab pers sebelum mengikuti sidang kabinet di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Rabu, 27 September 2006, seperti yang diberitakan Kompas edisi Kamis, 28 September 2006.

Sutanto juga membantah tindakan brutal kepolisian dalam mengeksekusi Tibo dkk. Dia meminta pers tidak memutarbalikkan peristiwa dan mengembangkan berita yang tidak benar. Apa yang dilakukan Polri, lanjut Sutanto, sesuai dengan proses hukum yang berlaku. "Siapa pun pelakunya. Itu dilakukan setelah semua proses hukum dijalani," ujar Sutanto ketika wartawan menyatakan harusnya eksekusi itu dilakukan dengan satu peluru saja dan bukan lima peluru.

Koordinator Penasihat Hukum Tibo dkk dari Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (Padma) Roy Rening menyatakan adanya kesalahan prosedur tetap (protap) dalam eksekusi Tibo dkk. Di antaranya, selain adanya lima lubang bekas peluru dan bekas luka di beberapa bagian tubuh, termasuk bekas sayatan senjata tajam. Roy menduga adanya tindakan penyiksaan dalam eksekusi Tibo dkk.

Tentang sayatan senjata tajam, Sutanto menyangkalnya. "Dia kan sudah lama ditahan, dan lagi pula di sana ada pastor dan lainnya yang menyaksikan. Jadi, tidak benar itu," kata Sutanto lagi. Disampaikan bahwa Padma mengancam akan melaporkan ke lembaga internasional terkait tindakan kesalahan protap Polri, Sutanto mengatakan, "Tiap negara kan punya sistem hukum sendiri dan itu harus dihormati."

 

lihat/isi komentar

cetak artikel ini

kirim ke teman

Gunung Dempo Di Palembang, Batuk-batuk
Kompas

.

Gunung Dempo di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, meletus kecil selama dua hari berturut-turut, Senin dan Selasa, 25 - 26 September 2006. Kabar ini dilansir Kompas, edisi Rabu, 27 September 2006. Dilaporkan terjadi letusan kecil sebanyak tiga kali pada hari Senin, dan setelahnya gunung menyemburkan asap putih tebal dan lumpur dingin. Letusan kecil pada hari Selasa terjadi pada pukul 08.26, dan kemudian keluar asap putih tipis. Lumpur dingin telah mengalir dari kawah ke Sungai Bayau.

Pengamat Gunung Api Dempo di Kota Pagar Alam, Slamet, yang dihubungi dari Palembang, Selasa kemarin, mengungkapkan, asap putih tebal hari Senin lalu membubung hingga 500 meter dan mengarah ke kawasan Lesung Batu, Kecamatan Lintang Kanan, Lahat. Asap ini bertahan 15 menit lalu terpecah-pecah dan hilang ditiup angin kencang dari arah timur. Sedangkan asap putih,  pada hari Selasa pagi hanya setinggi 50 meter, lebih tipis, dan cepat hilang.

Hingga Senin sore lumpur dingin yang keluar dari kawah puncak Gunung Dempo masih mengalir di Sungai Bayau melewati kawasan Lintang Kanan, Ulu Musi, dan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat. Dalam satu jam, volume lumpur diperkirakan mencapai 100 meter kubik. Menurut Slamet, aktivitas gunung dua hari terakhir itu tergolong letusan kecil. Itu terjadi akibat tekanan gas dari dalam magma yang mendorong ke atas. Tiga kali letusan, Senin pagi lalu, memiliki frekuensi amplitudo rata-rata 24 milimeter.

Sejak Selasa sekitar pukul 04.00 sampai 17.00 terus terjadi getaran kecil-kecil dengan frekuensi amplitudo 1-2 milimeter. Air lumpur terus-menerus muncrat dan mengalir ke bawah melalui Sungai Bayau. "Gunung Dempo sudah nyata-nyata giat. Statusnya ditingkatkan dari aktif normal ke waspada, sejak Selasa pukul 14.00. Segala bentuk pendakian menuju puncak dilarang," katanya.

Kepala Subbagian Pemberitaan Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Pagar Alam, M Helmi mengungkapkan, masih diteliti akibat dari asap putih tebal dan lumpur dingin itu. Pemerintah kota Pagar Alam menyiapkan posko di lima kecamatan untuk memantau dan mengantisipasi jika muncul letusan susulan. Masyarakat Kota Pagar Alam tak panik dengan letusan Gunung Dempo selama dua hari terakhir ini. Subhan (26 tahun), warga Kota Pagar Alam, mengatakan, saat terjadi letusan, masyarakat justru menonton kepulan asap yang membubung tinggi di puncak Dempo.

 

lihat/isi komentar

cetak artikel ini

kirim ke teman

Korban Lumpur Lapindo Kesulitan Cari Rumah Kontrakan
Kompas

.

Warga yang rumahnya terendam lumpur panas di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kesulitan mencari rumah kontrakan karena harganya melonjak dua kali lipat. "Rumah kontrakan yang asalnya Rp.2,5 juta per tahun naik menjadi Rp.5 juta per tahun. Itu pun jauh di pinggiran kota," kata Ny Witri (45 tahun), warga Desa Kedungbendo yang rumahnya terendam lumpur, Minggu, 24 September 2006.

Sebanyak 724 warga Desa Besuki, Kecamatan Jabon, korban tanggul lumpur yang jebol, kini bertahan di badan Jalan Tol Gempol-Porong karena belum mendapatkan rumah kontrakan yang sesuai kondisi keuangan. Mereka mendirikan tenda darurat di Kilometer 40, bahkan di atas jembatan layang jalan tol. Hal yang sama juga dilakukan warga Desa Besuki yang rumahnya tak terendam lagi. Mereka tidak mau kembali ke rumah air lumpur di Desa Besuki mengering. "Air sumur tercemar, aliran listrik mati. Kami resah jika sewaktu-waktu tanggul jebol lagi," ujar Sudarsono, salah satu warga dari Desa Besuki .

Selain itu warga juga menolak pindah ke tempat pengungsian di Pasar Baru Porong karena lokasinya sekitar tiga kilometer. Pindah ke Pasar Baru Porong juga menyulitkan anak-anak sekolah. "Kami memahami penolakan dan keresahan warga. Karena itu, yang sangat mungkin kami lakukan saat ini memeriksa kesehatan warga pengungsi agar tak terserang penyakit," kata Bupati Sidoarjo Win Hendrarso.

Vice President Administration and Human Resources Lapindo Brantas Inc Yuniwati Teryana mengatakan, pihaknya telah mencairkan uang untuk mengontrak rumah bagi 100 keluarga yang mengungsi di jalan tol minggu lalu. Kalaupun ada keluarga yang belum mendapatkannya, tinggal menunggu waktu saja.

 

lihat/isi komentar

cetak artikel ini

kirim ke teman

Jelang Mudik, Tol Porong - Gempol Dibuka
Jawa Pos Online

.

Memasuki bulan Ramadhan, dan menghadapi arus mudik yang akan berjalan, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menjamin kelancaran lalu lintas arus mudik melalui jalan tol Porong - Gempol yang menjadi korban banjir lumpur PT. Lapindo Brantas Inc. Jalur tol yang sebelumnya ditutup akan dibuka kembali selain itu juga Departemen Pekerjaan Umum (DPU)  akan menyiapkan jalur alternatif.

"Tanggul penahan lumpur yang mengapit jalan tol akan kami perkuat lagi, dan jalur alternatifnya, mungkin kami akan membuat satu jalur yang tidak melalui kawasan banjir lumpur. Salah satunya melalui Mojokerto, " ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta kemarin. Untuk jangka panjang, DPU sedang merencanakan merelokasi jalan tol Surabaya - Gempol yang ada di kawasan eksplorasi Lapindo Brantas.

"Saat ini Jasa Marga telah mensurvei jalur jalan tol baru guna mencari lokasi yang harga tanahnya lebih murah," ujarnya kembali seperti dilansir Jawa Pos Online. Dalam kesempatan yang sama, Djoko mengemukakan persiapan pengamanan jalur-jalur utama mudik Lebaran. Ia menjelaskan saat ini masih ada pengaspalan jalur pantai utara (pantura) Jawa dan jalur lintas Timur Selatan. "Pada Oktober ini jalur utama tersebut siap seratus persen," tutur Djoko menyakinkan.

 

lihat/isi komentar

cetak artikel ini

kirim ke teman

299 stories,27 comments

Polling
Rabu kemarin (27/9) Presiden SBY mengeluarkan 7 petunjuk untuk mengatasi bencana semburan lumpur panas akibat operasi PT. Lapindo Brantas, salah satunya adalah dialirkan ke Sungai Porong. Apa tanggapan Anda ?

Setuju. Penanganan yang sistematis dan terarah memang diperlukan untuk mengatasi semburan lumpur
Tidak Setuju. Sungai Porong adalah sumber pengairan tambak udang dan ikan dan jika lumpur dialiri kesana akan meracuni udang dan ikan dan kemudian manusia.
Tidak tahu. Sampai saat ini belum ada satu langkah yang sudah dilakukan berhasil menutup semburan lumpur.

 

 

 
 print this page  |    send to friend  |    subscribe this channel

Copyright © 2006 conectique.com, Inc. All Rights Reserved