hot mediaheadlines

Jakarta Update
Seks & Kesehatan
Artis & Hiburan
Human Interest
Wisata
Keuangan
Teknologi
Ekonomi
Politik
Kriminal
Lainnya
 

80 stories,30 comments

Steve Irwin, Si Crocodile Hunter Telah Tiada
bbc Indonesia.com, 5 September 2006

.

Pecinta lingkungan dan selebriti televisi Australia Steve Irwin meninggal pada Senin, 4 September 2006, akibat sengatan ikan pari saat menyelam. Steve Irwin, tewas setelah tertusuk duri ikan pari saat melakukan pengambilan film dokumenter bawah air di Great Barrier Reef, terumbu karang raksasa di Queensland, Australia.

Tim paramedis dari kota terdekat, Cairns bergegas untuk memberikan pertolongan kepadanya dilokasi, tapi gagal menyelamatkannya nyawanya.Steve Irwin menjadi terkenal berkat penampilannya dalam acara televisi The Crocodile Hunter dan jasanya untuk melindungi satwa liar asli Australia. Polisi di Queensland mengukuhkan, kematian sang pecinta alam dan mengatakan, pihak keluarga telah diberitahu. Steve Irwin meninggalkan seorang istri dan dua anak kecil, yakni anak perempuan berusia 8 tahun dan anak laki-laki berusia tiga tahun.

"Irwin diyakini pingsan setelah disengat ikan pari di Batt Reef di lepas perairan Port Douglas sekitar pukul 11.00 waktu setempat," ujar seorang polisi kepada kantor berita AFP. "Anggota timnya langsung meminta bantuan medis dan saat itu juga helikopter medis dari Queensland terbang menuju lokasi," ujarnya lagi.

Bagi Anda pecinta film dokumenter di sebuah televisi, pasti mengenal sosoknya dengan baik. Steve Irwin, pria berusi 44 tahun ini mengembangkan sebuah tempat yang dulunya hanya sebuah taman reptilia di Queensland menjadi pusat satwa liar Australia, Australia Zoo. Mendiang Steve Irwin dikenal sebagian, karena strateginya yang cenderung di luar aturan konvensional dalam mendekati satwa berbahaya, seperti buaya, ular dan laba-laba. Film dokumenter mengenai pengalamannya menangani buaya menjadi tontonan di seluruh dunia.

Irwin juga menjadi tokoh yang kadang-kadang dinilai kontroversial. Dua tahun lalu ia dihujat habis karena memberi makan buaya di kebun binatang miliknya di utara kota Brisbane, dengan menggendong anak laki-lakinya yang masih bayi. Irwin yang dikenal dengan julukan pemburu buaya itu pernah suatu saat mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ia mempunyai dorongan rasa sayang kepada binatang dan seperti magnet tertarik dengan kehidupan di alam bebas.

 

lihat/isi komentar

cetak artikel ini

kirim ke teman

Sutiyoso Mendukung Larangan Pelajar Jadi Artis
Kapanlagi.com, 30 Agustus 2006

.

Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, menyatakan secara tegas dukungannya pada rencana anggota DPRD DKI Jakarta untuk membuat Perda tentang pelarangan pelajar menjadi artis. Menurut Sutiyoso, pihaknya sependapat dengan usulan yang diajukan oleh PPP.

Dalam sidang paripurna DPRD, Senin 28 Agustus 2006 lalu Sutiyoso mengatakan bahwa ia akan membuat petunjuk teknis dan surat edaran terkait Perda tersebut. Hal ini penting, karena berkaitan dengan upaya mempertahankan citra sekolah dan demoralisasi di kalangan pelajar. "Kalau untuk kebaikan generasi muda, kita pasti akan dukung, karena ini untuk bangsa kita ke depan. Mereka harus punya konsentrasi belajar yang baik. Bukan bekerja menjadi artis," kata Sutiyoso.

Berbeda dengan Sutiyoso, artis senior Chintami Atmanegara mengaku tidak setuju dengan rencana perda tersebut. Menurutnya, hal tersebut bakal mematikan bakat artis yang ada dalam diri anak. "Jangan gitu-gitu amat peraturannya. Karena anak juga punya kesenangan dan keahlian yang lain. Pelajar memang harus belajar, tapi bukan berarti dia harus jadi kutu buku," ujar Chintami.

Chintami yang sejak duduk di bangku SMP, saat berusia 15 tahun, sudah menjalani profesi sebagai artis menambahkan, tidak ada jaminan perda yang diusulkan PPP itu akan membuat seluruh pelajar menjadi pintar. Sebaliknya, tidak ada jaminan pula bila pelajar yang bekerja sebagai artis akan ketinggalan pelajaran.

 

lihat/isi komentar

cetak artikel ini

kirim ke teman

Fla Tofu : Tersangka Dalam Kasus Playboy Edisi II
DetikCom

.

Dalam kasus kontoversial majalah Playboy, Polda Metro Jaya telah menetapkan Fla Priscilla atau lebih dikenal dengan Fla Tofu, sebagai tersangka. "Dia akan diperiksa hari ini dengan status baru sebagai tersangka," ujar Kepala Satuan Remaja Anak-anak dan Wanita (Renakta) AKBP Ahmad Rivai, seperti diberitakan DetikCom.

Ketika dikonfirmasi, ternyata Fla membenarkan hal itu. "Ya. Dalam surat panggilan, tertulis sebagai tersangka," ujarnya. Namun Fla menambahkan ia tetap bersedia datang memenuhi panggilan tersebut karena sebelumnya tanggal 28 Juli 2006 lalu, Fla tidak hadir dalam pemeriksaan. Penyelidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya kepada Fla, juga dialami oleh Joanna Alexandra yang juga ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus Playboy edisi II ini.

Penyelidikan ini adalah kelanjutan laporan  Forum Pembela Islam (FPI) 11 Juli 2006 kepada Polda Metro Jaya atas sejumlah model yang fotonya dimuat pada majalah Playboy edisi II  dengan tuduhan telah melakukan perbuatan asusila. Hal ini juga terjadi pada Andhara Early dan Kartika Oktaviani Gunawan pada majalah Playboy edisi perdana, yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

 

lihat/isi komentar

cetak artikel ini

kirim ke teman

FPI Laporkan Grup Band Samsons Ke Polda Metro Jaya

.

Sekadar ingin mengiklankan album perdana di majalah Playboy Indonesia, grup musik Samsons malah dilaporkan oleh Forum Pembela Islam (FPI) ke Polda Metro Jaya. Dalam laporan no 2718/k/VII/2006 SPK Unit 1 yang dilakukan oleh Ketua Badan Investigasi FPI, M. Alawi, menganggap grup musik Samson ikut serta dalam tindak asusila. Dalam keterangannya, M. Alawi, mengatakan, pihaknya menyayangkan tindakan Samsons, sebagai ikon anak muda, secara sadar atau tidak sadar telah ikut membiayai Playboy dengan beriklan di majalah tersebut.

"Padahal model yang telah menjadi cover Playboy edisi pertama dan kedua sudah ditetapkan menjadi tersangka. Iklan di Playboy apapun bentuknya tidak etis dan itu, melanggar pasal 169 ayat 1 dan 2 mengenai turut serta dalam tindak asusila," tegas M. Alawi. Selain itu Adnan Asegraf SH, selaku penasehat hukum FPI mengatakan bahwa tindakan Samsons ini bisa menjebloskan band yang digawangi Bams ini ke dalam jeruji besi selama 8 tahun.

Sementara itu, FPI dari unsur permepuan yang diwakili Lilis Lisanawati Naseh dengan nomor laporan 2719/K/VII/2006/SPK Unit 1 melaporkan Julia Estele, Irene Anastasia, Vicxenza Nyssa Yuliani, Erwin Arnanda dan Ponti Corolus. "Jadi hari ini kami dari DPP FPI kembali melakukan upaya hukum terhadap managemen majalah Playboy, karena mereka telah melakukan semacam perekaan hukum terhadap bangsa Indonesia, khususnya umat Islam," tandas M. Alwi. Ditambahkan, olehnya, sudah saatnya Erwin Arnanda ditangkap karena dia telah melakukan kesalahan yang sama. "Dan kali ini FPI tidak ada kata damai. Adanya tobat atau dihukum sesuai dengan kesalahan. Pada dasarnya kami kasihan terhadap mereka-mereka (model) sebagai korban dari redaksi. Sebenarnya yang harus diseret dan di hukum adalah Arnanda," tegas M. Alawi.

Laporan ini adalah laporan FPI yang ketiga kali. Seandainya hal ini tidak ditanggapi secara serius FPI akan turun tangan secara langsung karena dianggap perlu bertindak tegas. Kalaupun FPI dan FBR dianggap anarkis, M.Alawi berbalik menuduh majalah Playboy lebih anarkis. "Mereka harus ditindak karena menyebarkan syahwat. Dan ini bisa merusak moral bangsa terutama generasi penerus," cetus Ketua Badan Investigasi FPI ini. FPI sendiri siap bergerak dengan dua cara secara hukum dan secara langsung.

 

lihat/isi komentar

cetak artikel ini

kirim ke teman

80 stories,30 comments

Polling
Rabu kemarin (27/9) Presiden SBY mengeluarkan 7 petunjuk untuk mengatasi bencana semburan lumpur panas akibat operasi PT. Lapindo Brantas, salah satunya adalah dialirkan ke Sungai Porong. Apa tanggapan Anda ?

Setuju. Penanganan yang sistematis dan terarah memang diperlukan untuk mengatasi semburan lumpur
Tidak Setuju. Sungai Porong adalah sumber pengairan tambak udang dan ikan dan jika lumpur dialiri kesana akan meracuni udang dan ikan dan kemudian manusia.
Tidak tahu. Sampai saat ini belum ada satu langkah yang sudah dilakukan berhasil menutup semburan lumpur.

 

 

 
 print this page  |    send to friend  |    subscribe this channel

Copyright © 2006 conectique.com, Inc. All Rights Reserved