Sejak reformasi mulai bergejolak (1998) di negeri ini, bundaran HI menjadi situs yang diincar para demonstran. Mereka menjadikannya pusat aktivitas, berorasi dan mengadakan aksi. Lokasi ini sangat strategis, tepat di tengah kota, di urat nadi lalu lintas Jakarta. Berbagai aksi yang digelar di situs ini akan menarik perhatian banyak warga Jakarta, sekaligus menciptakan kemacetan yang panjang.

Tanpa aksi para demonstran pun, Bundaran HI di tahun 2002, pernah mendapat perhatian karena renovasi kolam dan air mancur yang memakan biaya sangat besar (Rp.14 Milyar, menurut data tempointeraktif.com, 5 Juli 2002). Namun sempatkah kita memperhatikan tugu yang berada di tengah bundaran itu?

Tugu yang menjulang tinggi, dihiasi sepasang pemuda-pemudi melambai penuh semangat ini, diresmikan pada tahun 1962. Sedianya, tugu tersebut dibangun sebagai salah satu media mengucapkan selamat datang bagi atlet yang akan berlaga di Asian Games IV pada waktu itu.

Patung di atas dudukan setinggi 10 m itu, dibuat oleh Edhi Sunarso, seorang maestro kelahiran Salatiga tahun 1932. Namun hanya sedikit orang yang tahu bahwa patung selamat datang itu dibuat berdasarkan sketsa seorang mantan gubernur Jakarta, yang bertugas sangat singkat (1964 – 1965), yaitu alm. Henk Ngantung. Beliau adalah seniman yang diangkat Bung Karno menjadi gubernur, karena ingin menjadikan Jakarta sebagai sebuah kota budaya yang besar, megah dan Indah.

Setelah era Bung Karno berlalu, rencana membangun Jakarta terus dilakukan. Kini Jakarta telah menjadi kota besar, modern, dan relatif kompleks. Kehidupan bergulir menarik di kota ini, kesempatan terbuka luas bagi setiap orang yang dapat memanfaatkannya. Tak heran jika sebagian besar warga Jakarta saat ini adalah pendatang. Apakah Anda juga? Selamat datang di Jakarta!

 

« back to main cover


 

isi komentar

cetak artikel ini

kirim ke teman

 
 
Promag
 
Perhatian : Isi komentar sepenuhnya bukan tanggung jawab conectique.com, dan kami berhak menghapus komentar tanpa pemberitahuan lebih dahulu.
Selamat Datang Di Jakarta! (0)
sesudahnya | sebelumnya | halaman terakhir
Penulis Komentar
sesudahnya | sebelumnya | halaman terakhir
 

Copyright © 2008 conectique.com, Inc. All Rights Reserved
Klik disini!! untuk bergabung di Newsletter kami
Kirimkan komentar Anda tentang Conectique ke feedback@conectique.com