|
Dibanding dengan keluarga yang hanya melahirkan anak tunggal, orangtua dengan anak kembar dua kali mengalami tekanan keuangan, sering melakukan tunggakan dalam pembayaran tagihan dan mengaku telah menguras habis semua tabungan mereka.
Tak hanya itu, anak-anak yang dilahirkan kembar juga cenderung kurang terpenuhi kebutuhannya, meskipun orangtuanya sudah berjuang untuk memenuhi segala keperluan mereka seperti liburan, seragam sekolah, pesta ulang tahun dan lainnya.
"Ada perbedaan nyata pada data statistik ketika berkaitan dengan masalah perpisahan dan perceraian pada pasangan – dan ini bukan hanya secara kebetulan," ujar pempimpin penelitian, Profesor Steve McKay dari Social Research di Birmingham University's School of Social Policy.
"Hasil penelitian menemukan bahwa anak kembar baik kembar dua atau tiga lebih mungkin dilahirkan oleh pasangan menikah dan lebih tua, yang memiliki pekerjaan dan gaji tetap,” tambahnya.
Sebesar 62 persen keluarga dengan kelahiran kembar mengatakan bahwa kondisi finansial mereka jauh lebih buruk setelah bayi mereka lahir, dibandingkan dengan 40 persen orangtua yang tidak memiliki anak kembar. Hasil ini diketahui setelah peneliti menganalisis data dari The Millennium Cohort Study dan Family Resources Survey. |