Halaman 1 | 2 | 3
| |
|
Talkshow & Workshop Seru! "Kenali & Optimalkan Kecerdasan Anak Sejak Dini"
|
| |
|
Pagi yang panas itu tak menyurutkan langkah para ayah dan bunda untuk menghadiri aktivitas Parent’s Club, kerjasama Conectique.com dan AnakCerdasCerebrofort.com, Sabtu 15 Mei 2010 di Prefere Playground, Jl. Kemang Raya no. 72, Jakarta.
Tema yang dibawakan kali ini adalah “Kenali dan Optimalkan Kecerdasan Anak Sejak Dini”, dengan menghadirkan para pembicara yang pakar di bidang otak. Apalagi yang paling menarik perhatian orangtua kalau bukan urusan mengembangkan kecerdasan buah hatinya? Acara semakin menarik karena orangtua bisa membawa buah hatinya bermain di area yang cukup luas dengan aneka permainan yang menantang. | | |
|
Nah, bagi Anda yang tidak sempat ikutan serunya Talkshow & Workshop yang diadakan oleh Conectique.com dan AnakCerdasCerebrofort.com, beberapa waktu lalu ini, berikut liputannya untuk Anda!
|
|
Acara dimulai dengan sambutan dari Vitri Nemasari, Brain Manager Cerebrofort, PT Kalbe Farma Tbk, yang menyatakan kegembiraannya atas respons dan aktivitas orangtua di website AnakCerdasCerebrofort.com. Vitri mengharapkan akan semakin banyak orangtua yang bergabung di sana untuk mendapatkan aneka informasi tentang perkembangan buah hatinya. |

| |
|
Talkshow Time
Talkshow pertama tentang 'Memahami & Mengenali Multiple Intelligence' dibawakan oleh Ayu Shinta Sadewo, psikolog dari DPI Consulting. Menurut dosen psikologi di Universitas Atma Jaya tersebut, setiap orang dilahirkan dengan –bukan hanya satu, tapi- delapan kecerdasan sekaligus. Inilah yang disebut multiple inteligence. Kedelapan jenis kecerdasan itu adalah: Kecerdasan musik, Kecerdasan visual/spasial, Kecerdasan kinestetik, Kecerdasan linguistik (berbahasa), Kecerdasan logika/matematis, Kecerdasan interpersonal, Kecerdasan intrapersonal dan Kecerdasan naturalis. |
|

|
|
Ada tiga cara untuk mengetahui potensi kecerdasan anak. Cara paling mudah dan murah adalah dengan melakukan pengamatan. Misalnya, orangtua mengetahui bahwa buah hatinya sangat responsif terhadap musik, suka bernyanyi, dan cepat menghafal lagu. Cara kedua melalui pengisian kuesioner multiple inteligence yang dapat dicari melalui internet. Sementara cara ketiga melalui tes sidik jari. Penelitian menunjukkan bahwa sidik jari memiliki hubungan langsung dengan fungsi otak seseorang.
Pada sesi ini juga diselingi tanya-jawab. Beragam pertanyaan datang dari para peserta, diantaranya dari peserta bernama Prima, yang menanyakan apakah hasil tes sidik jari dapat berubah?. Ayu, yang juga menyediakan layanan tes sidik jari beserta konsultasinya, menjawab bahwa sidik jari tidak berubah sejak lahir, karena itu kecerdasan yang dimiliki anak sudah dapat diketahui sejak kecil. Hampir tidak terjadi perubahan yang signifikan jika dilakukan tes sidik jari ulang di kemudian hari. Usai tanya-jawab, Ayu Shinta memberikan bukunya yang berjudul ‘Mudahnya Mendidik Anak’ bagi 3 peserta dengan pertanyaan menarik. |
| | | |
Halaman 1 | 2 | 3

cetak |

send |
|